BOJONEGORO – UKM Pramuka Universitas Bojonegoro (Unigoro) memeringati dies natalis ke empat tahun, Senin (10/2/25). Peringatan dies natalis UKM Pramuka Unigoro diisi dengan berbagai kegiatan. Di antaranya seminar, Orientasi Penerimaan Tamu Racana (Opetra), dan malam perayaan dies natalis. Kegiatan ini juga diikuti pramuka penggalang dan penegak siswa-siswi SMA/SMK/MA se Kabupaten Bojonegoro, sekaligus mengundang racana dari berbagai daerah.
Ketua Racana Dewi Setyowati Pramuka Unigoro, Melisa Icha F., mengatakan, banyaknya rangkaian acara dalam dies natalis UKM Pramuka Unigoro bertujuan untuk mengenalkan pramuka di tingkat pandega. “Kami juga menyelenggarakan seminar bertajuk Pramuka Goes Digital Tantangan dan Peluang di Era Society 5.0,” ucapnya.
.jpg)
ANTUSIAS: Peringatan dies natalis ke empat tahun UKM Pramuka Unigoro diisi dengan berbagai kegiatan.
Hal senada juga disampaikan oleh Pembina UKM Pramuka Unigoro, Herta Novianto, ST., SH., M.Si. Dies natalis merupakan momen istimewa untuk merefleksikan perjalanan selama empat tahun terakhir. Sekaligus menandai bahwa anggota pramuka terus berkembang, berinovasi, dan beradaptasi atas perkembangan digital. Era Society 5.0 menuntut mahasiswa tidak hanya mengikuti arus digitalisasi. Melainkan memanfaatkan teknologi untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat. “Digitalisasi membuka jalan bagi kita untuk meningkatkan daya saing, memperluas jejaring, serta menyebarkan nilai-nilai kepramukaan ke audiens yang lebih luas. Dengan memanfaatkan media digital secara bijak, gerakan pramuka dapat menjadi motor penggerak dalam membangun karakter generasi muda yang tangguh, inovatif, dan adaptif menuju Indonesia emas,” tuturnya.
.jpg)
PROSESI ADAT RACANA: Tradisi khas UKM Pramuka Unigoro.
Sementara itu, Sekretaris Kwarcab Gerakan Pramuka Bojonegoro, Bangun Setiyawan Nugroho, mengapresiasi racana Unigoro yang tetap eksis melakukan regenerasi. Beliau juga menekankan bahwa era di Society 5.0 seseorang meningkatkan kualitas hidup manusia dengan berbagai teknologi digital. “Kemampuan spiritual, emosional, dan sosial harus ditempa di pramuka,” tegasnya.
Pembukaan peringatan dies natalis ke empat tahun UKM Pramuka Unigoro ditandai dengan prosesi adat racana. Sebuah anak panah dilesatkan ke sebutir kelapa muda, diiringi pengucapan ikrar. (din)
