BOJONEGORO – 696 mahasiswa Universitas Bojonegoro (Unigoro) akan melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) di kawasan hutan selatan Bojonegoro, Juli mendatang. Selasa (5/5/26), LPPM Unigoro menghadirkan Direktur IDFoS Indonesia, Dr. Joko Hadi Purnomo, untuk memberi pembekalan tentang agroforestri dan pertanian berkelanjutan.
Menurut Joko, masyarakat di kawasan hutan selatan Bojonegoro mengalami berbagai masalah kompleks. Mulai dari kemiskinan, akses perekonomian dan pekerjaan terbatas, akses pendidikan formal, hingga deforestasi. Ditambah krisis perubahan iklim dan ketidakpastian cuaca. Agroforestri dan pertanian berkelanjutan diharapkan menjadi solusi untuk meminimalisir dampak masalah tersebut. “Agroforestri adalah sistem penggunaan lahan terpadu yang mengombinasikan tanaman berkayu dengan tanaman pertanian, atau ternak dalam satu ruang dan waktu. Ini bisa menjadi alternatif dalam merumuskan program pemberdayaan bagi masyarakat kawasan hutan,” paparnya.

Joko merinci model-model agroforestri yang dapat diadaptasi oleh kelompok KKN TK Unigoro. Mulai dari agrisilvocultur, silvopastur, grosilvopastur, dan agrosilvopastur-fishery. Ada banyak tahapan pelaksanaan yang harus dipahami oleh mahasiswa sebelum mengisiasi program agroforestri. Di antaranya melakukan asesmen, menulis rancangan aksi, kesepakatan rencana aksi, implementasi dan observasi, refleksi, serta rekomendasi. “Nah untuk menyusun kesepakatan rencana aksi, kita harus melibatkan stakeholders. Seperti petani sebagai aktor utama, Perhutani selaku pemilik lahan di kawasan hutan, pemerintah desa, dan dinas terkait,” jelas akademisi asal Tuban.
Dia juga mendorong peserta KKN TK Unigoro untuk berkolaborasi dengan lembaga dan institusi lainnya untuk mewujudkan program kerja kelompok. Agar dapat terlaksana maksimal. (din)
