BOJONEGORO – Prodi Ilmu Lingkungan Universitas Bojonegoro (Unigoro) menggelar kuliah praktisi Gedung H fakultas sains dan teknik (saintek), Selasa (23/6/26). Kuliah praktisi kali ini mengangkat topik tentang permasalahan lingkungan sosial. Dengan menghadirkan Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro, Zunaidi, SH., MM., sebagai praktisi.
Menurut Zunaidi, banyak isu-isu sosial di Kota Ledre yang membutuhkan perhatian khusus. Di antaranya kemiskinan, kesenjangan sosial, pudarnya nilai budaya lokal, sikap individualisme, serta penyalahgunaan media digital. Dalam hal ini, Dinsos Bojonegoro telah melakukan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) sesuai yang diatur dalam regulasi. “Kemiskinan justru menjadi sumber utama permasalahan sosial. Dalam hal ini, dinsos berupaya memberikan perlindungan sosial sesuai regulasi. Kemiskinan merupakan tanggung jawab lintas OPD (organisasi perangkat dinas),” paparnya.
Dinsos Bojonegoro juga mengklasifikasikan jenis-jenis penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Mereka adalah pihak-pihak yang memerlukan pelayanan kesejahteraan sosial. Seperti keluarga miskin, pengemis, anak terlantar, disabilitas, anak yang menjadi korban kekerasan, serta lansia terlantar.
Zunaidi melanjutkan, melanjutkan, ada beberapa solusi untuk mencegah dan mengatasi problematika sosial. Yakni merumuskan program pemberdayaan masyarakat, meningkatkan akses layanan dasar, memberikan program perlindungan sosial, serta menjunjung tinggi kesetaraan dan inklusi. “Adaptasi terhadap perubahan juga menjadi solusi untuk mengatasi problematika sosial,” tandasnya.
Kuliah praktisi yang dimoderatori oleh Oktavianus Cahya Anggara, ST., M.Sc., berlangsung interaktif. Mahasiswa-mahasiswi ilmu lingkungan Unigoro memanfaatkan momen tersebut untuk berdiskusi tentang problematika sosial dengan perwakilan Dinsos Bojonegoro. (din)
