BOJONEGORO – Universitas Bojonegoro (Unigoro) senantiasa mendorong para dosen untuk meningkatkan produktivitasnya di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat. Tahun 2025, ranking SINTA Unigoro bertengger di peringkat ke 275 nasional perguruan tinggi se Indonesia. Selain itu, Unigoro juga berhasil mengoleksi skor SINTA all years sebanyak 29.205.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unigoro, Dr. Laily Agustina R., S.Si., M.Sc., menerangkan, penilaian pemeringkatan berdasarkan jumlah publikasi artikel yang terindeks Scopus, Garuda, dan Google Scholar. Kemudian ditambah jumlah penelitian, jumlah pengabdian masyarakat, jumlah HaKI (Hak Kekayaan Intelektual), penerbitan buku, dan kegiatan yang terkait dengan revenue generating. “Poin yang didapat sangat signifikan untuk Unigoro karena publikasinya juga meningkat. Terutama di jurnal terindeks Garuda dan Google Scholar. Kalau di Scopus dibandingkan dua tahun sebelumnya, kita juga meningkat meskipun jumlahnya masih delapan artikel. Di samping itu, penelitian di Unigoro juga meningkat,” terangnya, Jumat (24/1/25).
Laily melanjutkan, skor SINTA Unigoro tidak bisa dibandingkan dengan perguruan tinggi lainnya. Sebab, perguruan tinggi memiliki jumlah dosen yang berbeda sesuai dengan prodi dan jumlah mahasiswanya. “Tetapi untuk membandingkan antar kampus, bisa dilihat dari produktivitasnya. Jadi kalau dilihat, Unigoro termasuk sangat tinggi. Skor produktivitasnya Unigoro mencapai 530! Ini murni hasil riset para dosen,” jelasnya bangga.
Tahun 2025, Yayasan Suyitno Bojonegoro telah mengalokasikan dana sebesar Rp 1,6 Milyar untuk hibah penelitian dan pengabdian masyarakat dosen Unigoro. Laily berharap, LPPM Unigoro dapat menjaga sekaligus meningkatkan grafik jumlah publikasi penelitian, pengabdian masyarakat, HaKI dan penerbitan buku. (din)
