Dari KKN hingga Agribisnis: Puluhan Mahasiswa Universiti Malaysia Pahang Al Sultan Abdullah Eksplorasi Praktik Pengabdian Masyarakat di Unigoro

BOJONEGORO – Puluhan mahasiswa Universiti Malaysia Pahang Al Sultan Abdullah (MPSA) bertandang ke kampus Universitas Bojonegoro (Unigoro), Senin (23/2/26). Kunjungan tersebut merupakan rangkaian kegiatan Kembara Mobiliti Ramadhan Fest 2026 yang diselenggarakan oleh Ademos Indonesia, Yayasan Mannah, dan PMII Bojonegoro. Di momen ini, mereka mempelajari lebih dekat tentang praktik pengabdian masyarakat dari berbagai perspektif.

Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro, Dr. Arief Januwarso, S.Sos., M.Si., mengucapkan terima kasih kepada delegasi Universiti MPSA yang memilih Unigoro sebagai tujuan pembelajaran. Utamanya di bidang pengabdian masyarakat. “Unigoro sangat terbuka bermitra dengan kampus-kampus dari luar negeri. Terlebih tahun ini kami akan melaksanakan KKN di Songkhla, Thailand, sebagai langkah internasionalisasi kampus,” tuturnya.
Rida Sofani selaku perwakilan Universiti MPSA, menambahkan, Unigoro merupakan mitra yang tepat untuk melaksanakan benchmarking program pengabdian masyarakat yang dapat diterapkan di Malaysia. “KKN di Malaysia seperti halnya pelibatan mahasiswa dalam lingkungan masyarakat. Ke depan, kami berharap bisa berbagi ilmu pengetahuan dan praktik pengabdian masyarakatnya,” imbuhnya.

KONGSI POSITIF: Perwakilan Universiti Malaysia Pahang Al Sultan Abdullah (MPSA) menerima cinderamata dari Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro, didampingi pejabat struktural Unigoro.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unigoro, Dr. Laily Agustina R., memaparkan teknis program KKN TK (tematik kolaboratif) yang diimplementasikan dalam beberapa waktu terakhir. Mulai dari pemilihan tema yang berbasis isu dan problem lokalitas daerah, hingga rencana tindak lanjut paska pelaksanaan KKN. “Di Unigoro, KKN selalu disiapkan dengan serius. Dan menjadi program perkuliahan dengan durasi terpanjang. Tiga bulan jelang keberangkatan, peserta KKN diberi pembekalan untuk menyusun proposal program kerja. Sehingga, selesai KKN output dari setiap kelompok masih ada keberlanjutannya yang bermanfaat bagi masyarakat desa setempat,” terangnya.

Di Fakultas Pertanian Unigoro, puluhan mahasiswa Universiti MPSA juga mendapatkan wawasan tentang bisnis pertanian, sistem pengelolaan pertanian modern, serta pemberdayaan masyarakat dengan perspektif pertanian. M. Yusuf Dawud, SP., M.Agr., memberi contoh tentang budidaya jamur dengan media limbah bonggol jagung. “Program budidaya jamur janggel sejatinya adalah inovasi untuk mengolah limbah bonggol jagung yang jumlahnya sangat melimpah. Terutama di daerah sentra produksi jagung seperti Temayang, Bubulan, dan Ngasem. Masyarakat diajarkan tentang inovasi hingga pengawetan, serta membuat produk olahan dari jamur janggel,” paparnya.

Kembara Mobiliti Ramadhan Fest 2026 selain juga menggandeng sejumlah mahasiswa dari
Unigoro, Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri), serta Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Bojonegoro. Selama beberapa hari, mahasiswa saling bertukar kebudayaan dan berbaur dengan masyarakat Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo. (din)

PERSPEKTIF PERTANIAN: Dosen Fakultas Pertanian Unigoro, M. Yusuf Dawud, SP., M.Agr., memaparkan aplikasi program pemberdayaan masyarakat.