Dari Musisi Oklik hingga Penguatan Desa Tangguh Bencana, Biro Kemahasiswaan dan Kerja Sama Unigoro Optimistis Lolos Pendanaan PPK Ormawa 2026

BOJONEGORO – Dua unit kegiatan mahasiswa (UKM) Universitas Bojonegoro (Unigoro) kembali turun gunung di ajang Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026. Yakni UKM Musik Nawasena Unigoro dan UKM Penelitian, Pengabdian, dan Jurnalistik (P2J) Unigoro. Mereka mencentuskan program pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada isu lokalitas daerah. PKK Ormawa adalah program yang mendorong mahasiswa agar terlibat aktif dalam permberdayaan masyarakat.

Kepala Biro Kemahasiswaan dan Kerja Sama Unigoro, Erwanto, M.Si., menuturkan, masing-masing UKM telah menentukan topik pemberdayaan berdasarkan kebutuhan masyarakat setempat. Seperti UKM Musik Nawasena Unigoro mengusulkan program pemberdayaan bagi pegiat atau musisi oklik di Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Bojonegoro. “Kesenian oklik di sana hanya berjalan sebagai minat. Tidak ada keberlanjutannya, struktur organisasinya, dan hanya untuk mengamen. Harapannya, selain menjaga warisan budaya juga bisa memberikan dampak finansial. Dari segi pengelolaan SDM, manajemen keuangan, membentuk jejaring relasi, dan peningkatan produktivitas,” terangnya, Rabu (1/4/26).

Sementara itu, UKM P2J Unigoro mencetuskan program penguatan desa tangguh bencana di Kecamatan Sekar. Dengan merancang aplikasi berbasis IoT (Internet of Thing) untuk mendeteksi pola bencana, mitigasi bencana, serta meningkatkan awareness masyarakat terhadap berbagai potensi bencana yang ada di daerah sisi selatan Kota Ledre.

Erwanto optimistis, UKM Musik Nawasena Unigoro dan UKM P2J Unigoro sama-sama memiliki peluang untuk lolos pendanaan PPK Ormawa 2026. “Terlebih UKM tersebut sudah mulai start penyusunan proposal sebelum pedoman pelaksanaannya turun. Sehingga saat submit proposal tinggal menyesuaikan dengan format yang telah ditentukan,” pungkas dosen Prodi Kimia Unigoro. (din)