Dosen Fakultas Hukum Unigoro Pengabdian Masyarakat Internasional di Malaysia, Sosialisasi Perlindungan Hukum Anak-anak Migran Indonesia

BOJONEGOROIrma Mangar, SH., MH., dosen Fakultas Hukum Universitas Bojonegoro (Unigoro), melaksanakan program pengabdian masyarakat internasional di Malaysia mulai 2 hingga 5 Desember 2025. Program tersebut merupakan kolaborasi antara Association of Asia Pasific Academicion (ASIA) dan Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia (ADIHGI). Selama di Negeri Jiran, dia akan memberikan sosialisasi hukum bagi anak-anak migran Indonesia di Sanggar Bimbingan Amin Sungai Besi Indah, Selangor.

Menurut Irma, anak-anak komunitas migran Indonesia di Malaysia menghadapi tantangan berlapis dalam pemenuhan hak-hak dasar. Terutama hak atas perlindungan hukum dan akses pendidikan. Sebagai kelompok rentan yang berada di luar batas negara, mereka sering kali berada dalam posisi yang tidak pasti, baik secara administratif maupun sosial. “Tantangannya tentu status keimigrasian orang tua dan keterbatasan dokumen resmi. Sekaligus minimnya pemahaman mengenai hukum setempat. Sehingga menyebabkan mereka berada pada irisan risiko yang kompleks mulai dari eksploitasi, diskriminasi, hingga hambatan dalam memperoleh pelayanan publik,” tuturnya saat dihubungi via telepon, Rabu (3/12/25).

KERJA SAMA INTERNASIONAL: Irma Mangar, SH., MH., (kanan) sebagai delegasi Unigoro uga melakukan penandatanganan MoU dengan Sanggar Bimbingan Amin Sungai Besi Indah, Selangor.

Pemerintah Indonesia dan Malaysia pada dasarnya telah memiliki komitmen untuk mendorong perlindungan bagi anak migran. Tetapi celah regulasi dan keterbatasan fasilitas masih menjadi persoalan berkelanjutan. Irma memaparkan, upaya memperkuat perlindungan hukum dan akses pendidikan bagi anak migran Indonesia di Malaysia bukan hanya merupakan kewajiban negara. Melainkan bagian dari tanggung jawab moral bersama untuk memastikan bahwa setiap anak di mana pun mereka berada dapat tumbuh, belajar, dan memiliki masa depan yang lebih baik. “Dengan sinergi kebijakan, dukungan masyarakat, serta pemberdayaan keluarga migran maka jalan menuju pemenuhan hak-hak anak dapat terwujud secara lebih komprehensif dan berkelanjutan,” papar dosen asal Kepulauan Aru, Maluku.

Di momen yang sama, Irma sebagai delegasi Unigoro juga melakukan penandatanganan MoU dengan Sanggar Bimbingan Amin Sungai Besi Indah, Selangor. Kerja sama level internasional ini berfokus pada pengajaran, penelitian, serta pengabdian masyarakat. (din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *