Kuliah Praktisi Unigoro, Owner Zahida Painting Bahas Bisnis Komunitas

BOJONEGORO – Prodi ekonomi pembangunan Universitas Bojonegoro (Unigoro) menggelar kuliah praktisi di Hall Suyitno Unigoro, Rabu (18/12/24). Kuliah praktisi kali ini mengusung tema inovasi bisnis dengan fokus kesejahteraan komunitas. Prodi tersebut menghadirkan Siti Nurhidayah, SE., selaku owner Zahida Painting Bojonegoro sebagai pemateri.

Di hadapan para mahasiswa, pengusaha yang akrab disapa Zahida, menceritakan lika-likunya dalam berbisnis. Pada 2007, dia memulai bisnis produksi kerajinan berbahan dasar limbah. Kini Zahida memproduksi kain dan kerajinan dengan aplikasi lukisan tangan yang disebut painting. Sejak awal berbisnis, Juara I Yune Bojonegoro 1996 ini telah melibatkan komunitas di sekitar tempat tinggalnya.


“Di awal merintis bisnis, saya mempekerjakan ibu rumah tangga dari Ledok Wetan dan Karangpacar. Memang semuanya tidak memiliki skill di bidang fashion dan craft. Tapi keahlian bisa dipelajari. Saat ini, sebagian tenaga kerja Zahida Painting adalah disabilitas tuna rungu dan tuna wicara. Jadi kami memberikan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar,” tuturnya.

Bagi Zahida, pebisnis harus memiliki komunitas untuk berkembang dan menjadi maju. Dia mengenang saat bisnisnya bangkrut dan memiliki hutang sebanyak Rp 1,5 Milyar pada 2011. Setahun kemudian, Zahida kembali merintis bisnisnya di bidang kerajinan dengan memproduksi bunga hias dari sampah kantong kresek. Dia berusaha menepis segala pesimis yang dilontarkan oleh orang-orang terdekatnya.

MENGINSPIRASI: Owner Zahida Painting memotivasi mahasiswa Unigoro untuk berkiprah di dunia bisnis.

“Banyak yang mengira kerajinan bunga hias dari sampah kantong kresek ini tidak berguna dan tidak ada yang mau beli. Tetapi saya punya target menjual 50 hingga 100 pieces kerajinan ini per hari. Karena sebelumnya saya sudah punya relasi di Jatim, akhirnya kerajinan tersebut saya tawarkan ke Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur. Ternyata ini justru memberi peluang bagi saya untuk menjadi instruktur kerajinan. Alhamdulillah produknya juga terjual hingga 200 pieces,” kenangnya.

Peraih penghargaan sebagai Juara Nasional Pemuda Pelopor Bidang Kewirausahaan Tahun 2010 ini mengungkapkan, ada lima hal yang harus dikuasai oleh seorang pebisnis. Di antaranya kemampuan leadership, personal branding, manajemen waktu, dan manajemen keuangan. “Sebelum kita memimpin komunitas dan usaha, kita harus bisa menjadi pemimpin untuk diri sendiri. Karena apa yang kita lakukan saat ini merupakan cerminan kita di masa depan,” imbuh Zahida.

Mahasiswa prodi ekonomi pembangunan Unigoro tampak antusias dengan topik kuliah praktisi kali ini. Mereka memanfaatkan momen diskusi untuk menjawab rasa penasarannya terkait bisnis komunitas. (din)

Leave a Reply