Wakil Ketua INTAKINDO Bahas Kontrak Konstruksi di Unigoro

BOJONEGORO – Prodi teknik sipil Universitas Bojonegoro (Unigoro) menggelar kuliah praktisi di Modern Class Fakultas Sains dan Teknik Unigoro, Rabu (18/12/24). Kuliah praktisi kali ini mengusung tema perencanaan dan pengendalian proyek. Prodi tersebut menghadirkan Wakil Ketua IV Bidang Pengembangan Keprofesian Ikatan Nasional Tenaga Ahli dan Konsultan Indonesia (INTAKINDO), Dr. Ir. Hanie Teki Tjendani, ST., MT., sebagai praktisi.

Menurut Hanie, kontrak konstruksi merupakan bagian dari perencanaan proyek. Ada empat aspek yang memengaruhi kontrak konstruksi di Indonesia. Dilihat dari aspek perhitungan biaya, perhitungan jasa, cara pembayaran, dan pembagian tugas. Sedangkan bentuk-bentuk kontraknya sendiri juga ada berbagai macam. Di antaranya kontrak konvensional atau tradisional, kontrak spesialis, kontrak rancang bangun, serta kontrak engineering, procurement, dan construction (EPC).


“Kalau sistem kontrak konvensional atau tradisional simple saja. Pembagian tugasnya juga sederhana. Pengguna jasa menugaskan penyedia jasa untuk melaksanakan suatu pekerjaan. Pekerjaan itu sudah dibuat perencanaannya oleh pihak lain. Sehingga penyedia jasa tinggal melaksanakan sesuai dengan kontrak,” tuturnya.


INTERAKTIF: Kuliah praktisi bertema perencanaan dan pengendalian proyek diikuti mahasiswa semester tujuh prodi teknik sipil.

Sementara itu, untuk kontrak spesialis sendiri memiliki banyak kontrak untuk penyedia jasa. Hanie mencontohkan, ada proyek gedung bertingkat dengan penggunaan teknologi yang cukup kompleks. Pengguna jasa kemudian membagi kontrak menjadi beberapa bagian berdasarkan bidang spesialisnya. “Misalnya untuk mengerjakan pondasi diserahkan kepada penyedia jasa atau vendor A. Lalu untuk bangunan bagian atas diserahkan ke vendor B. Sedangkan finishing-nya diserahkan ke vendor C,” terangnya.

Menurut Henie, banyak keuntungan yang diperoleh jika menggunakan metode kontrak

spesialis ini. “Seperti mutu pekerjan yang lebih handal, menghemat waktu, menghemat biaya, memberikan keleluasaan dan kemudahaan bagi kontraktor untuk mengganti penyedia jasa sewaktu-waktu,” imbuhnya.

Kuliah praktisi yang diikuti oleh mahasiswa semester tujuh berlangsung interaktif. Di momen ini, Hanie juga banyak membagikan pengetahuannya tentang konsep perencanaan dan pengadaan, metode penjadwalan, serta analisa produktivitas. Beberapa mahasiswa teknik sipil Unigoro bahkan berkonsultasi tentang rencana tugas akhirnya. (din)

Leave a Reply