BOJONEGORO – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) instalasi pemanenan air hujan (IPAH) di Kecamatan Takmbakrejo, Rabu (18/6/25). Monev sekaligus sosialisasi ini juga dihadiri oleh perwakilan PT. Asri Dharma Sejahtera (ADS) Bojonegoro, Dinas PU Cipta Karya Bojonegoro, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro. Pada kesempatan ini, seluruh pihak memastikan distribusi alat IPAH di empat desa.
Ketua LPPM Unigoro, Dr. Laily Agustina R., S.Si., M.Sc., menuturkan, ada empat desa di Kecamatan Tambakrejo yang memperoleh bantuan IPAH. Desa Malingmati sebanyak empat titik lokasi, Desa Kalisumber lima titik lokasi, Desa Gamongan tujuh titik Lokasi, serta Desa Jatimulyo sepuluh titik lokasi. Pemilihan lokasi distribusi alat berdasarkan pertimbangan daerah tersebut pernah mengalami kekeringan. “Penerima manfaat juga terbagi atas rumah tangga dan komunal,” tuturnya.

SINERGI: LPPM Unigoro, PT. ADS Bojonegoro, Dinas PU Cipta Karya Bojonegoro, BPBD Bojonegoro, Camat Tambakrejo, serta masyarakat saat menghadiri monev IPAH, Rabu (18/6/25).
Paska distribusi dan pemasangan alat IPAH, penerima juga mendapat wawasan tentang cara pemanfaatan air hujan serta merawat alat instalasi tersebut. Air hujan yang dipanen dan difiltrasi dapat dimanfaatkan warga untuk mandi maupun mencuci. Bahkan dapat dikonsumsi apabila telah diuji kandungannya dan diolah lebih lanjut. Selain digunakan untuk memanen air hujan, alat IPAH Unigoro juga bisa menginjeksi air ke dalam tanah. “Karena adanya alat IPAH ini sebenarnya untuk mitigasi bencana kekeringan. Sehingga tidak ada air hujan yang terbuang sia-sia,” terang Laily.
Alat IPAH karya dosen-dosen Unigoro memiliki dua fungsi sekaligus. Pertama, memanen air hujan yang bisa dimanfaatkan sebagai air baku. Kedua, menginjeksi air hujan ke dalam tanah melalui sumur resapan. (din)
